Pelapisan sosial selalu ada kapanpun dimanapun didalam masyarakat. Pelapisan sosial terjadi dengan sendirinya dan suseatu yang dihargai dalam masyarakat. Pelapisan sosial adalah pembeda antar warga dalam masyarakat ke dalam kelas kelas sosial secara bertingkat. Pelapisan sosial juga sebagai pembatas antar warga negara dan perbedaan terjadi dalam pelapisan sosial karena membedakan derajat sosial dalam masyarakat.

Kelas kelas dalam pelapisan sosial ada tiga, yaitu kelas tinggi , kelas sedang dan kelas rendah. Pelapisan sosial juga merupakan perbedaan tinggi dan rendahnya posisi seseorang dalam kelompoknya, dan dapat dibandingkan dengan posisi seseorang di kelompok lain. Sebab dari tinggi rendahnya lapisan sosial seseorang itu disebabkan oleh bermacam macam perbedaan. Seperti contohnya perbedaan ekonomi bisa menentukan tinggi rendahnya lapisan sosial seseorang.

Seperti sudah di jelaskan tadi pelapisan sosial terjadi dengan sendirinya. Orang orang yang menfufuki pelapisan sosial tertentu dibentuk bukan berdasarkan kesenjangan yang disusun masyarakat tetapi berjalan dengan tersendirinya. Ada pula pelapisan sosal yang dibuat secara sengaja. Sistem pelapisan ini sengaja untuk dibuat untuk tujuan mengejar tujuan bersama.dalam pelapisan sosial yang dibuat secara sengaja dibagi menjadi, yang pertama sistem fungsional dan sistem skalar. Contoh contoh dari pelapisan sosial adalah seseorang yang dijadikan kepala suku, ketua adat, sesepuh, otomatis kita sebagai warga biasa yang memiliki lapisan sosial dibawah mereka kita harus menghormati dan meghargai mereka.
Kesamaan derajat adalah sifat perhubungan antara manusia dan lingkungan masyarakat. Sebagai seseorang yang menjadi anggota masyarakat mempunyai kewajiban dan haknya masing masing baik kewajiban atau hak terhadap masyarakat maupun kewajiban atau hak terhadap negara. Kesamaan derajat sudah tercantum didalam UUD 1945 dalam pasal 27 ayat 1 yang berisi mengenai kewajiban dasar dan hak asasi yang dimiliki warga negara yaitu menjunjung tinggi hukum dan pemerintahan. Dijelaskan pada pasal tersebut bahwa menjunjung tinggi hukum dan pemerintah adalah kewajiban dasar dan hak asasi yang dimiliki warganegara.
Dalam pasal 27 ayat 2 yang berisi mengenai hak setiap warga negara atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusian. Pada ayat tersebut dimaksudkan sebagai warga negara Indonesia berhak untuk mendapatkan pekerjaan dan penghidupan yang layak. Selanjutnya adalah pasal 28, ditetaplan bahwa kemerdekaan berserikat dan berkumpul, menyampaikan pikiran lisan dan tulisan. Disini kita memiliki kebebasan berpendapat dan berserikat. Selanjutnya adalah pasal 29 ayat 2, kebebasan memeluk agama bagi penduduk yang dijamin oleh negara.