Manusia sebagai individu selalu berada di tengah tengah masyarakat, perilaku individu dalam kelompok ataupun tindakan terhadap orang lain bisa positif atau pun sebaliknya yaitu tindakan negatif. Positif adalah tindakan yang dilakukan dengan maksud baik dan tanpa adanya kerugian diantara kedua belah pihak. Dan tindakan yang berpengaruh negatif dimaksudkan tindakan yang dapat berpengaruh buruk baik buat dirinya sendiri maupun untuk orang lain. Individu merupakan suatu sebutan yang dipakai untuk menyatakan suatu kesatuan yang paling kecil dan terbatas.

  Individu bukan manusia secara keseluruhan melainkan sebagai manusia perorangan. Individu disebut juga manusia pribadi, yang memiliki ciri khas tersendiri. Individu adalah makhluk yang tidak dapat dibagi bagi.

Perilaku atu tindakan positif dan negatif dalam kelompok dapat dibagi menjadi empat bagian diantaranya menolong (helping), kerjasama (cooreration), kompetisi (competition), dan konflik (conlikct). Yang pertama menolong atau dalam bahasa inggrisnya helping merupakan tindakan yang bersifat positif karena tidak merugikan oranglain dan diri sendiri. Menolong atau helping dapat mempererat tali persaudaraan didalam suatu kelompok. Menolong merupakan perbuatan yang terpuji. Contohnya diantaranya ada dua orang dalam suatu perusahaan yang bekerja dibidang yang sama, dua orang tersebut memang sudah berteman sejak awal mereka bekerja di tempat tersebut suatu ketika teman sekantornya mendapatkan masalah sehingga dia tidak dapat memberikan proyek keatasannya. Saat itu kebetulan teman sekantornya tersebut sedang tidak sibuk. Maka temannya tersebut membantunya dan ia memberikan proyek ketemannya untuk disampaikan pada atasannya karena ia berhalangan hadir. Itu salah satu contoh dari menolong atau helping. Contoh yang kedua adalah yang berada di linikungan sekitar, suatu saat seseorang yang mengadakan acara atau resepsi pernikahan makan tetangga yang lain akan ikut membantu dalam menjalankan rencana seperti contohnya membantu dalam memasak dan memcuci piring. Perilaku menolong tetangga ini akan semakin menambah kerukunan dalam lingkungan tempat tinggal kita.

Perilaku individu yang kedua adalah kerjasama (cooperation). Kerjasama atau coorperation merupakan perilaku yang netral tergantung tujuannya karena kerjasama dapat masuk kedalam perilaku yang negatif dam dapat masuk kedalam perilaku positif. Contoh kerjasama yang negatif adalah bekerjasama dalam melakukan kejahatan seperti mencuri maupun menodong. Sedangkan kerjasama yang positif adalah kerjasama yang dilakukan dengan tujuan yang baik dan tidak merugikan oranglain. Seperti contohnya kerjasama yang dilakukan antar individu. Sekelompok individu bekerjasama dalam membuat sebuah free software. Dalam kelompok tersebut individu mempunyai kemampuannya sendiri dan kemampuannya berbeda dengan yaang lain begitu juga terhadap yang lain. Tetapi mereka dapat membuat suatu free software yang menarik dan sangat berguna oleh seluruh permakai komputer di dunia.

Perilaku individu yang kedua adalah kompetisi (competition). Kompetisi adalah suatu perilaku atau tindakan individu dalam bersaing dalam suatu hal. Kompetisi ini bertujuan untuk mengukur siapa yang berada di paling atas. Seperti contohnya dalam kehidupan para pelajar mereka sebagai individu berkompetisi dengan semua individu yang berada dalam suatu kelompok, dalam hal ini adalah kelas. Mereka semua berkompetisi untuk mendapatkan rangking satu sebagai tolak ukur siapa yang paling pintar dan dapat menguasai semua pelajaran dalan suatu kelas. Persaingan ini dilakukan secara sehat maksudnya adalah persaingan ini dilakukan tanpa adanya kekerasan satu sama lain. Contoh yang kedua adalah dalam lingkungan pekerjaan. Semau individu yang bekerja dalam suatu perusahaan bersaing atau berkompetisi dalam mendapatkan kedudukan yang paling tinggi dalam suatu perusahaan. Mereka berlomba atau berkompetisi dengan sehat tanpa adanya kekerasan diantara individu individu.

Perilaku individu yang terakhir adalah konflik (conlikct). Konflik terjadi dibagi menjadi dua diantaranya konflik yang terjadi dengan kekerasan atau keributan dan adapula konflik yang terjadi tanpa adanya kekerasan atau keributan. Konflik terjadi karena adanya masalah antara individu yang bersangkutan. Konflik juga dapat terjadi antara kelompok individu contohnya adalah konflik antar desa. Contoh pertama adalah konflik yang terjadi antara individu dalam hal ini sebab terjadinya konflik adalah kompetisi dalam memperebutkan suatu kedudukan dalam suatu lembaga. Konflik ini mengakibatkan kedua individu ini tidak saling menegur satu sama lain. Contoh yang kedua adalah konflik yang terjadi antara siswa, konflik kekerasan biasanya terjadi dalam remaja karena masih labil dan berpikir pendek tanpa berpikir panjang. Konflik ini terjadi umumnya karena masalah persinggungan maksudnya adalah sindir menyindir antar individu sehingga menyebabkan kemarahan pada remaja yang bersangkutan.