Saya baru saja membaca cerpen karya Sunaryono Basuki Ks yang berjudul Lelaki Dan Bekas Luka di jidatnya. Saya akan membahas sedikit biografi dari si pengarang cerpen. Sunaryono Basuki Ks adalah seorang sastrawan terkenal yang juga seorang dosen di Universitas Pendidikan Ganesha yang berada di bali. Beliau pernah mendapat piagam esai sastra terbaik dari Menpora pada Bulan Bahasa 2002. Beliau banyak melahirkan penulis muda karena beliau selalu memberikan motivasi pada muridnya.

Selanjutnya saya akan membahas sedikit cuplikan dari cerpen Lelaki Dan Bekas Luka di jidatnya. Diceritakan di sana bahwa ada seorang pemburu yang mahir dalam menembak dan mempunyai anak berjumlah 4. Anak2 nya termaksud orang yang pintar dan orang yang sukses semau kecuali anak bungsunya karena ia masih kecil. Pada saat ibunya mengandung si bungsu, dia mengidamkan babi panggang yang muda dan lezat. Akhirnya si pemburu itu pergi kehutan lalu pada saat ia menunggu ada suara di antara pohon2 yang lebat lalu dia tembak. Setelah dia ketempat babi hutan tersebut ternyata yang ditembak adalah seorang temannya tepat di jidatnya. akhirnya dia pulang. Lalu keesokkan harinya istrinya sakit di perutnya, segeralah ia dan istrinya pergi ke rumah sakit. Akhirnya si bungsu lahir tetapi nyawa ibunya tidak dapat terselamatkan. Dan terdapat luka di jidat nya sampai besar luka itu tidak hilang juga.

Saya akan mengomentari cerpen diatas, mohon maaf jika ada kesalahan karena saya bukan sastrawan. Menurut saya cerpennya bagus, karena di awal awalnya di ceritakan juga budaya budaya di bali. Kurang jelasnya pada tokoh tokoh yang ada membuat para pembaca merasa bingung siapa saja tokoh yang ada di dalam cerpen tersebut. Didalam cerpen tersebut juga terdapat pesan dari sipenulis untuk para suami suami yang istrinya sedang mengandung anak bahwa jangan berkata sembarangan dan melakukan tindakan yang tidak baik karena nantinya akan turun ke anak yang dikandung. Ini adalah sebuah mitos entah benar atau salah, yang saya tau larangan ini adalah budaya yang sudah membekas dan menjadi seakan akan larangan ini nyata. Karena sudah banyak yang terbukti.