Pengolahan terdistribusi sudah didefinisikan dengan berbagai cara oleh berbagai pencetusnya. Ada beberapa definisi pengolahan terdistribusi berikut ini :

  • Penempatan sumber daya komputer pada pemakainya.
  • Struktur organisasi pengolahan data dengan kemampuan yang terpusat, dan pengolahan paling sedikit bagian dari satu aplikasi dengan cara yang terdesentralisasi.
  • Sejumlah node pengolahan-data yang diinterkoneksi dengan telekomunikasi dan juga terhadap host (pusatnya) yang digunakan untuk mengontrol keseluruhan jaringan.
  • Cara pembagian sumber daya komputer pada suatu organisasi sehingga sedekat mungkin dengan aplikasinya secara geografis maupun organisasional.
  • Pengganti fasilitas pengolahan data yang besar dan terpusat dengan komputer-komputer kecil yang tidak perlu dihubungkan dengan telekomunikasi. Pemilihan dan penggunaannya merupakan tanggung jawab penuh manajemen lokal.
  • Sistem pengolahan terdistribusi adalah suatu sistem yang program-program aplikasi dan atau datanya berada di node-node pengolahan yang terpisah dan saling dihubungkan, dan dirancang dalam kontrol yang ketat dan terintegrasi.

Satu-satunya karakteristik yang ada di semua definisi adalah banyak prosesor yang digunakan.

Karakteristik lainnya yang mungkin ada (mungkin juga tidak):

  • Prosesor-prosesor dihubungkan dengan telekomunikasi atau saluran lainnya. (tidak dihubungkan atau dihubungkan dengan tape atau disk yang dikirim secara manual)
  • Prosesor-prosesor terpisah secara geografis. (satu ruangan)
  • Prosesor dari peripheral merupakan subordinat dari mesin pusat yang lebih tinggi tingkatnya. (tidak ada mesin pusat, tetapi menggunakan jaringan dengan struktur ring atau mesh yang menghubungkan mesin yang sama).
  • Proseor-proseor yang terpisah melaksanaan program aplikasi. (mungkin prosesor peripheral berisi fungsi yang terdistribusi, seperti pengeditan, yang tidak mengolah transaksi sendiri).
  • Data dan kemampuan pengolahan terdistribusi. (tidak)
  • Prosesor-prosesor melayani satu entitas organisasi. (prosesor pada entitas organisasi yang berbeda dapat dihubungkan)
  • Program aplikasi pada mesin yang terpisah dirancang secara terkoordinasi. (Sistem dapat dirancang agar dapat digunakan pemakai untuk membuat program apa saja yang mereka butuhkan dan menjadi tanggung jawab mereka).
  • Data pada mesin yang terpisah dirancang secara terkoordinasi. (Pemakai bebas merancang data mereka)
  • Standar dari berbagai tipe digunakan untuk prosesor yang berbeda-beda. (Beberapa sistem tidak mempunyai standar)
  • Arsitektur jaringan digunakan untuk menginterkoneksi prosesor yang terpisah. (tidak)
  • Sistem yang terdistribusi tidak boleh terlihat pemakai. Mereka harus mengetahui apakah sedang dilayani oleh mesin lokal atau dari jarak jauh. (sering tidak benar). Perbedaan pengertian mungkin dikarenakan prosesor-prosesor tersebut dapat dihubungkan dengan banyak cara untuk banyak tujuan.

Pengilahan data terdistribusi diartikan juga penggunaan komputer mini atau mikro pada lokasi yang tersebar yang tidak dihubungkan dengan telekomunikasi. Manajer lokal bertanggung jawab atas pemilihan, pemrograman, dan pengoperasian sistem mereka yang kecil ini.

Pengolahan data terdistribusi juga diartikan sebagai sistem yang prosesor peripheral kecilnya merupakan subordinat dari satu prosesor pusat atau lebih. Mesin peripheral dihubungkan dengan pusat melalui telekomunikasi, dan keseluruhannya dikoordinasi.

Penempatan data termasuk salah satu pertimbangan dalam perancangan PDT. Data yang digunakan dapat dipusatkan atau didistribusikan. Syaratnya berbeda dengan penempatan prosesor. Struktur dan penggunaan data menentukan kepraktisan dalam pendstribusian prosesor. Ada dua cara penyimpanan data: sebagai file data yang langsung, atau data base.

File merupakan penyimpan data untuk aplikasi tertentu atau aplikasi yang saling berhubungan. Apa yang dilihat seoran pemrogram terhadap file tersebu sama dengan file yang disimpan secara fisik.

Data base merpakan kumpulan data yang tidak tergantung aplikasinya. Record-record dari pemrograman yang berbeda disimpan dalam software. Banyak keuntungan dari perangkat lunak data base, namun perangkat tersebut rumit, dan biasanya disimpan pada satu lokasi. Jadi data yang terdistribusi biasanya berbentuk file, meskipun banyak sistem data base dapatdiinterkoneksi.

Secara umum, ada tiga aspek pengolalia data yang dapat didistribusikan ataupun tidak diantaranya pengolahan, data, dan kontrol. Mungkin ada yang ingin memusatkan data, dan mendistribusikan yang lainnya. Ada lagi yang mendistribusikan pengolahan, dan karena pengolahan menjadi tersebar, kontrol sistem keseluruhan tetap dipusatkan. Dengan control yang benar-benar terpusat, hilangnya pusat akan menyebabkan keseluruhan jaringan tidak berfungsi. Dengan kontrol yang terdistribusi, jika salah satu bagian jaringan rusak, yang lainnya

masih dapat bekerja.Sistem yang terpusat mungkin dapat meningkatkan reliabilitasnya dengan mengadakan lebih dari satu pts it, atau lebih dari satu komputer yang dapat mengontrol di pusat. Seperti juga tubuh manusia, beberapa jaringan komputer masih tergantung pada komponen tertentu yang penting. Diperlukan mekanisme pengontrolan kesalahan (fault-tolerant).

 

Sumber : Pengolahan Terdistribusi